Pendidikan Orangtua di Perjalanan

عبْد الله بن عَبّاسٍ -رَضِي اللهُ عَنْهُما- قالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَوْمًا، فَقَالَ: ((يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ
وَجَفَّتِ الصُّحُفُ))

Abdullah bin ‘Abbas ra. menceritakan, suatu hari saya berada di belakang (diboncengi) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.

Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.”

Ibnu Abbas saat itu usia dikisaran 8 s.d. 12 tahun. Belajar dengan Nabi lbh kurang 4 tahun dan sekitar 2.5 thn dengan Abu Bakar ra. Di usia 15 tahum beliau diangkat oleh uma ra sebagai staf ahli kenegaraan.

Belajar tdk lbh dari 7 tahun tp lihat hasilnya ‘anak kecil’ yg luar biasa kesholehanya, ilmunya dan akhlaqnnya.

Anak anak hari ini belajar lama sekali sampai belasan tahun, pinter blm tentu sholeh msh jauh. Itu artinya ada masalah pada pendidikan kita.

Ibnu abbas sendiri yg menceritakan kalau ia diboncengi Nabi dan diberikan pendkdikan nabi melalui nasehatnya.

Para ulama pendidikan islam lalu memberikan kaidah salah satu momen bagus (sunnah) untuk mendidik anak ketika ia dlm perjalanan. Diantaranya bs kita lht pd kitab Al Manhaj At Tarbiyah An Nabawiyah lith thifl.

Perhatikan dialog nabi dg anak kecil itu. Nabi mengatakan “nak…. jagalah Allah nanti Allah akan menjagamu.” Dialog tingkat tinggi ini hy bs dipahami oleh org yg berilmu. Nabi tdk mengatakan “jagalah agama Allah tp jagalah Allah. Ibnu abbas memahmi dg sgt baik apa maksud kata kata nabi.

Ini jg pentingnya penguasaan dan menjaga bahasa, jgn rusak bahasa dg memakai bhs bhs alay krn pemegang peradaban atau tokoh hebat sll menjadikan bhs sbg tolok ukurnya.

Sisi lain… Nabi mendidik ibnu abbas akan balasan dr suatu perbuatan. Kalau engkau menjaga Allah pasti akan membalasmu.

Sbg ortu tdk mengapa misalnya jk anak melakukan sesuatu lalu di iming-imingi hadiah. Misalnya nak kalau kamu puasa, ayah kasih kamu hadiah. Tdk selalu salah tp ttp harus terukur. Ia blh hy sesekali sj dilakukan. Sbb membiaskan seperti ini efeknya buruk. Buknakah mrlakukan sesuatu karena dunia itu bnetuk kesyirikan.

Cohtohlah nabi yg selalu mengaitkan amal dengan Allah swt sehingga anak tahu hy Allah tempat semua bergantung. Inilah yg menjadikan ibnu abbas kecil luar biasa kokoh di usia yg amat sgt muda.

Bersambung…. Insya Allah.

Abu Isham

Guru SMA Plus Liwaul Furqon

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *